Masih di tanggal yang sama, ternyata saat orang-orang sedang menikmati santapan sahur, ternyata saudara kita ada tertimpa musibah saat mengadakan Sahur On The Road di Jakarta. 2 koban meninggal di tempat. Usia mereka masih lebih muda dari saya. Anak-anak muda yang semangat untuk menjalani ibadah puasa ternyata memiliki kesempatan hidup yang lebih sedikit dari saya. Ada sedikit pukulan di hati. Walaupun saya tidak mengenal mereka, namun musibah ini membuat badan saya merinding. Saya merasa beruntung bisa memiliki kesempatan yang lebih banyak. Saya mulai merasa tiap detik kematian selalu ada menemani kita. Entah kapan hal itu datang, saya harus mulai membenahi diri saya sendiri. Semoga amalan anak-anak muda tadi bisa diterima disisi-Nya. Amiinn.
Dan 13 Agustus 2011 pun ditutup dengan membaca sebuah karya dari seorang sahabat tentang kebanggaan seorang ibu kepada anaknya. Jujur saya menitikkan air mata karena saya tidak pernah melihat kebanggaan tersebut dari wajah orang tua saya. Saya menyadari hanya bisa merepotkan mereka dan menyusahkan mereka. Terimakasih kawan. Kau sudah menyadarkan saya tentang apa yang harus saya perbuat ke depan. 1 tujuan yang selalu ada dalam hati saya. MEMBANGGAKAN KEDUA ORANG TUA SAYA.